Empat dari delapan kota di situs ini belum punya angka yang boleh dikutip
Jakarta terakhir disurvei pada 2018. Bandung, Surabaya, dan Semarang belum kami temukan survei pembagian modanya sama sekali. Ini bukan catatan kaki teknis — ia menentukan kebijakan apa yang bisa dievaluasi dan mana yang hanya bisa diperdebatkan.
Situs ini memuat delapan kota. Empat di antaranya punya pembagian moda yang
bisa ditelusuri ke dokumen sumbernya: Oslo, Bogota, London, dan Jakarta. Empat
sisanya — Bandung, Surabaya, Semarang, dan Singapura — belum. Nilai yang tampil
di halaman mereka ditandai belum bersumber, dan tanda itu bukan formalitas:
angkanya tidak boleh dikutip ke mana pun.
Halaman metodologi memuat tabelnya secara lengkap. Tulisan ini
soal apa artinya.
Angka Jakarta pun sudah berumur
Pembagian moda Jakarta
Survei rumah tangga JUTPI 2, dikerjakan JICA bersama Bappenas.
Angka di atas berasal dari survei 2018. Delapan tahun sudah lewat sejak itu —
dan delapan tahun tersebut mencakup pandemi berikut perubahan pola kerja yang
menyertainya, serta pembukaan MRT fase pertama dan LRT Jabodebek. Semuanya
peristiwa yang secara langsung memindahkan orang antarmoda.
Artinya pangsa angkutan umum Jakarta hari ini bisa jadi lebih tinggi daripada
yang tertera. Bisa juga tidak. Yang jelas, tidak ada yang bisa memastikannya
dari data publik yang tersedia, dan itu persoalan yang lebih besar daripada
kelihatannya.
Kenapa ini menghambat
Pembagian moda adalah penyebut hampir semua klaim kebijakan transportasi.
Kalimat seperti "koridor baru ini memindahkan sekian persen pengendara motor ke
bus" tidak bisa diperiksa tanpa mengetahui berapa persen pengendara motor yang
ada sebelum dan sesudahnya. Tanpa penyebutnya, klaim apa pun berhenti sebagai
pernyataan, bukan temuan.
Konsekuensinya berlapis:
Target tidak bisa dinilai. Dokumen perencanaan daerah rutin memuat target
pangsa angkutan umum. Tanpa pengukuran berkala, target itu tidak pernah
diketahui tercapai atau tidak.
Perbandingan antarkota jadi menyesatkan. Membandingkan kota bersurvei
dengan kota berestimasi menghasilkan selisih yang mengukur mutu datanya,
bukan mutu kebijakannya.
Investasi sulit diprioritaskan. Keputusan membangun koridor di sini dan
bukan di sana bertumpu pada perkiraan perpindahan moda. Perkiraan itu butuh
garis dasar.
Pembandingnya menunjukkan apa yang mungkin
Pembagian moda London
Travel in London, laporan tahunan Transport for London.
London menerbitkan pembagian modanya setiap tahun dalam satu seri yang
konsisten sejak awal 2000-an. Bogota menjalankan Encuesta de Movilidad secara
berkala dan mempublikasikan hasilnya. Keduanya bukan kota berpendapatan tinggi
ketika mulai — Bogota memulai serinya justru ketika sedang membangun
TransMilenio, karena datanya dibutuhkan untuk mengevaluasi apa yang sedang
dibangun.
Perbedaannya bukan pada teknologi survei, yang sudah lama mapan dan tidak
mahal. Perbedaannya pada keputusan untuk mengulanginya secara berkala dan
menerbitkan hasilnya dalam bentuk yang bisa dibaca orang di luar instansi.
Yang akan dilakukan situs ini
Sel yang belum bersumber akan tetap ditandai belum bersumber. Ia tidak akan
diisi estimasi, tidak akan diisi angka dari berita yang mengutip berita lain,
dan tidak akan diisi hasil pemodelan yang disajikan seolah hasil pengukuran.
Kalau Anda mengetahui survei pembagian moda untuk Bandung, Surabaya, Semarang,
atau data terbaru Jakarta — beserta dokumen sumbernya, bukan kutipannya —
halaman tentang memuat cara menghubungi kami. Sel kosong yang
terisi berikut sumbernya adalah kontribusi paling berguna yang bisa diberikan
ke situs ini saat ini.