Lewati ke konten

Metodologi

Agar angka dapat dipercaya, definisinya harus dapat diaudit.

Halaman ini menjelaskan bagaimana data di situs ini dipilih, disetarakan, diberi status, dan diperbarui. Kalau ada angka di sini yang tidak bisa Anda telusuri sampai sumbernya, itu bug, bukan gaya penulisan.

  • 01

    Hierarki sumber

    Dokumen sumber primer didahulukan: laporan survei, statistik resmi, dan dataset lembaga yang mengukur sendiri. Publikasi sekunder hanya dipakai ketika sumber primer belum ditemukan, dan statusnya ditandai.

  • 02

    Kamus indikator

    Tiap indikator punya nama, definisi, unit, denominator, cakupan wilayah, tahun, dan caveat. Indikator tanpa definisi tidak masuk ke pembanding antar-kota, karena angka yang tidak jelas definisinya tidak bisa dibandingkan.

  • 03

    Penyetaraan

    Perbandingan lintas kota hanya dilakukan ketika definisinya cukup sebanding. Kalau tidak, indikatornya tetap ditampilkan tapi diberi tanda bahwa ia tidak langsung dapat dibandingkan.

  • 04

    Batas penggunaan ulang

    Sebagian sumber punya syarat lisensi yang berbeda dari sisa situs. Data cuaca dan kualitas udara dari Open-Meteo berlisensi CC BY 4.0 tetapi API gratisnya hanya untuk penggunaan non-komersial, sehingga ia tidak pernah disertakan dalam berkas unduhan berbayar. Data BMKG hanya mensyaratkan pencantuman sumber.

  • 05

    Versi dan jejak

    Perubahan nilai, sumber, atau metode dicatat, supaya angka yang pernah dikutip orang lain masih bisa ditelusuri kembali ke versi yang mereka baca.

Status data

Apa yang sudah bersumber, apa yang belum

Tabel ini dibaca langsung dari data situs, bukan ditulis tangan, jadi ia tidak bisa ketinggalan. Saat ini 4 dari 8 kota punya pembagian moda yang tertelusur ke dokumen sumbernya.

Status data pembagian moda untuk delapan kota
KotaStatusTahunSumber
JakartaIndonesiaBersumber2018JUTPI 2 (JICA & Bappenas), Figure 52
BandungIndonesiaBelum ada dataSurvei belum ditemukan di sumber primer
SurabayaIndonesiaBelum ada dataSurvei belum ditemukan di sumber primer
SemarangIndonesiaBelum ada dataSurvei belum ditemukan di sumber primer
LondonBritania RayaBersumber2023Travel in London 2024 (TfL), Figure 5
OsloNorwegiaBersumber2024Ruter MIS, via Oslo kommune (Miljostatus)
BogotaKolombiaBersumber2023Encuesta de Movilidad 2023, Secretaria Distrital de Movilidad
SingapuraSingapuraBelum ada dataSurvei belum ditemukan di sumber primer

Caveat

Yang perlu diketahui sebelum mengutip

  • Tiap survei berbeda tahun, cakupan wilayah, dan taksonomi moda. Angkanya tidak diseragamkan menjadi satu deret yang seolah setara.
  • “Transportasi aktif” adalah gabungan jalan kaki dan sepeda. Kategori ini digabung karena survei Jakarta melaporkannya menyatu dan memisahkannya berarti mengarang.
  • Angkutan umum Jakarta sudah termasuk ojek.
  • Segmen yang tidak muncul di sebuah bar berarti survei tidak mengukurnya, bukan nol. Oslo tidak punya baris sepeda motor sama sekali.
  • Tahun pada milestone timeline masih menunggu pencocokan dengan sitasi, dan belum boleh dikutip sebagai fakta.

Aturan yang tidak bisa dilanggar: angka tanpa sumber tidak diterbitkan. Kalau sebuah template menuntut angka yang belum ada, yang ditulis adalah keterangan bahwa datanya belum ada, bukan perkiraan.