Kendaraan Listrik Baterai (BEV)
Kendaraan listrik baterai menggerakkan roda dengan motor listrik yang dipasok baterai, tanpa pembakaran di dalam kendaraan. Emisi knalpotnya nol; emisi keseluruhannya berpindah ke pembangkit listrik dan ke proses produksi baterainya.
Mekanisme kerja
Dua manfaatnya perlu dipisahkan karena waktunya berbeda. Manfaat kualitas udara di dalam kota muncul segera, karena emisi berpindah keluar dari jalan yang dilalui orang setiap hari. Manfaat iklim bergantung pada bauran pembangkit dan baru terwujud sejalan dengan pembersihan sisi kelistrikan. Yang menentukan penyerapan bukan hanya harga kendaraan, melainkan kepastian pengisian daya: keandalan akses mengisi di rumah atau di dekat tempat tinggal biasanya lebih menentukan daripada jumlah stasiun pengisian cepat. Untuk konteks yang didominasi roda dua, elektrifikasi sepeda motor berdampak jauh lebih besar daripada elektrifikasi mobil penumpang, karena jumlah unit dan intensitas pemakaiannya.
Cara mengukur
- Pangsa kendaraan listrik pada penjualan baru, dipisahkan roda dua dan roda empat.
- Rasio titik pengisian terhadap jumlah kendaraan listrik terdaftar.
- Intensitas emisi jaringan listrik yang menjadi sumber pengisian.
Tantangan implementasi
- 01Manfaat iklimnya terbatas selama bauran pembangkit masih bertumpu pada batu bara.
- 02Akses pengisian daya di hunian padat dan rumah tanpa lahan parkir pribadi belum terpecahkan.
- 03Insentif pembelian cenderung menguntungkan kelompok yang sudah mampu memiliki kendaraan.