Pembangunan Berorientasi Transit (TOD)
Pembangunan Berorientasi Transit, atau TOD, mengarahkan kepadatan dan keragaman fungsi ke sekitar stasiun dan halte utama, dengan akses pejalan kaki yang baik sebagai syaratnya. Istilahnya sering dipakai untuk apa saja yang kebetulan berdiri dekat stasiun; yang membedakan TOD adalah orientasinya pada orang berjalan kaki, bukan pada kedekatan geografis semata.
Mekanisme kerja
TOD bekerja bila tiga hal terjadi bersamaan. Kepadatan cukup tinggi untuk mengisi layanan angkutan umum. Fungsi cukup beragam sehingga simpul itu ramai sepanjang hari, bukan hanya pada jam berangkat kerja. Dan lingkungan sekitarnya benar-benar bisa dilalui dengan berjalan kaki — trotoar menerus, penyeberangan aman, blok yang tidak terlalu panjang. Kegagalan paling umum adalah membangun menara tinggi di sebelah stasiun tetapi memisahkannya dengan jalan arteri lebar tanpa penyeberangan yang layak, sehingga jarak seratus meter terakhir menjadi penghalang yang membatalkan seluruh investasinya. Penyediaan parkir juga menentukan: parkir berlimpah di kawasan TOD mengundang kembali perjalanan mobil yang seharusnya dihindari.
Cara mengukur
- Jumlah penduduk dan pekerjaan dalam radius berjalan kaki dari stasiun.
- Pangsa perjalanan dari kawasan TOD yang memakai angkutan umum.
- Kualitas jaringan pejalan kaki menuju simpul, diukur dari keterhubungan dan keamanan penyeberangan.
Tantangan implementasi
- 01Lahan di sekitar simpul transit sering sudah terbangun atau dikuasai banyak pemilik.
- 02Akses pejalan kaki menuju simpul kerap menjadi mata rantai terlemah dan paling sering diabaikan.
- 03Kewajiban penyediaan parkir minimum dapat membatalkan tujuan kawasan TOD.